100% Kecewa, Travel Umroh Tasikmalaya Bermasalah dan Penipuan Banyak Jemaah

Rp17.550.000

NaikTravelBandung.com – Kantor cabang travel umrah PT Solusi Balad Lumampah atau PT SBL di Kota Tasikmalaya resmi ditutup. Penutupan dilakukan pada Rabu, 31 Januari, oleh warga setempat bersama unsur Kepolisian dan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi atas potensi gejolak masyarakat menyusul mencuatnya kasus penipuan yang melibatkan PT SBL di Bandung.

Sejak kabar penipuan tersebut mencuat ke publik, keresahan mulai dirasakan warga di sekitar kantor cabang PT SBL Tasikmalaya. Kekhawatiran utama muncul karena kantor tersebut masih terlihat beroperasi, sementara di daerah lain perusahaan yang sama tengah menghadapi masalah hukum serius.

Baca Juga: Rekomendasi Travel Umroh Tasikmalaya Terbaik

Koordinator warga setempat, Nanang Nurjamil, mengungkapkan bahwa dirinya merasa tidak tenang melihat aktivitas kantor tersebut. Apalagi lokasi kantor PT SBL berada dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya. Ia pun berinisiatif melakukan pengecekan perizinan kepada pihak berwenang.

Nanang menghubungi Polsek setempat serta Satpol PP untuk memastikan legalitas operasional kantor cabang tersebut. Dari hasil pengecekan, diketahui bahwa PT SBL cabang Tasikmalaya ternyata tidak memiliki izin usaha yang lengkap. Fakta ini semakin memperkuat kekhawatiran warga.

Menurut Nanang, persoalan perizinan ini bukan masalah kecil. Ia menilai keberadaan kantor tanpa izin resmi berpotensi memicu masalah baru, terutama di tengah situasi sensitif akibat dugaan penipuan yang menyeret nama besar perusahaan induknya.

Ia juga mengaku telah berupaya menjalin komunikasi dengan koordinator PT SBL cabang Tasikmalaya. Tujuannya untuk mendapatkan kejelasan terkait jumlah jamaah asal Tasikmalaya yang diduga menjadi korban. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Nanang menyebutkan bahwa secara keseluruhan, jumlah jamaah yang diduga tertipu PT SBL di wilayah Jawa Barat mencapai sekitar 12 ribu orang. Ia khawatir, di antara jumlah tersebut terdapat warga Tasikmalaya yang turut menjadi korban, namun hingga kini tidak ada data yang jelas.

Harapannya, pihak pengelola cabang bisa hadir untuk memberikan klarifikasi secara terbuka. Namun hingga hari penutupan dilakukan, pihak koordinator tidak kunjung datang dan sulit dihubungi. Kondisi ini membuat warga semakin resah dan waspada.

Atas dasar itulah, penutupan kantor cabang PT SBL Tasikmalaya akhirnya diusulkan. Nanang menilai langkah tersebut penting untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan, terutama potensi aksi massa dari warga yang merasa dirugikan.

Ia menegaskan bahwa persoalan ini menyangkut uang, sehingga emosinya bisa dengan cepat memanas. Jika tidak diantisipasi, dikhawatirkan akan terjadi aksi unjuk rasa yang berujung anarkis dan merugikan pihak lain, termasuk pemilik ruko di sekitar lokasi.

Dengan melibatkan aparat kepolisian dan unsur pemerintah, penutupan dilakukan secara tertib dan kondusif. Tujuan utamanya agar situasi tetap aman dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Jasa Usaha Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tasikmalaya, Agus Jamaludin, membenarkan bahwa kantor cabang PT SBL tidak mengantongi Tanda Daftar Perusahaan. Hal ini menjadi dasar kuat dilakukannya penutupan.

Agus menegaskan bahwa setiap pelaku usaha, termasuk kantor cabang, wajib mematuhi aturan perizinan daerah. Tidak ada pengecualian meskipun perusahaan tersebut memiliki kantor pusat di wilayah lain.

Ia menilai masih banyak pengusaha yang menganggap remeh izin daerah. Padahal, keberadaan izin menjadi syarat utama agar usaha dapat berjalan secara legal dan terlindungi secara hukum.

Terkait jumlah jamaah asal Tasikmalaya yang menjadi korban, Agus mengaku belum bisa memastikan. Namun desakan masyarakat yang semakin kuat turut menjadi pertimbangan pemerintah dalam mengambil langkah penutupan kantor tersebut.

Penutupan kantor cabang PT SBL Tasikmalaya diharapkan dapat meredam keresahan warga. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati hati dalam memilih biro perjalanan umrah serta memastikan legalitas dan rekam jejak perusahaan sebelum melakukan pendaftaran.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang sudah login dan telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.

Scroll to Top