NaikTravelBandung.com – Kasus dugaan penipuan kembali menimpa dunia perjalanan ibadah umrah. Kali ini, sebuah kantor travel haji dan umrah yang beroperasi di Kota Bogor harus menelan kerugian besar setelah uang ratusan juta rupiah untuk kebutuhan jemaah raib dibawa kabur pihak yang dipercaya sebagai perantara di Arab Saudi.
Dana yang hilang tersebut diketahui merupakan biaya hotel untuk ratusan jemaah yang tengah menjalankan ibadah umrah di Madinah.
Peristiwa ini dibenarkan oleh pihak kepolisian. Kasat Reaktim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi, menyampaikan bahwa laporan dugaan penipuan tersebut telah resmi diterima dan saat ini masih dalam tahap penanganan awal. Aparat kepolisian masih mendalami kronologi kejadian serta mengumpulkan bukti bukti pendukung dari pihak pelapor.
Baca Juga: Rekomendasi Travel Umroh Bogor Terbaik
Menurut AKP Aji, penyelidikan dilakukan secara bertahap dengan memeriksa dokumen yang berkaitan dengan aliran dana serta kerja sama antara pihak travel dan perantara di luar negeri. Setelah tahap penelitian awal rampung, polisi berencana memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan guna memperjelas dugaan tindak pidana yang terjadi.
Di sisi lain, pemilik travel haji dan umrah yang menjadi korban, Suherman, menjelaskan bahwa kejadian tersebut diketahui terjadi pada 30 Maret lalu. Ia mengungkapkan bahwa dana sebesar Rp 602 juta yang seharusnya dibayarkan ke pihak hotel di Madinah justru dibawa kabur oleh seorang broker berinisial DV, yang selama ini menjadi perantara pembayaran.
Suherman memaparkan bahwa total dana yang telah diserahkan kepada broker tersebut mencapai Rp 655 juta. Uang itu diperuntukkan sebagai pelunasan biaya hotel tempat sekitar 300 jemaah umrah menginap. Namun, dari jumlah tersebut, DV hanya membayarkan uang muka atau DP kepada pihak hotel sebesar Rp 55 juta, sementara sisanya tidak pernah disetorkan.
Ia mengakui bahwa kejadian ini tidak lepas dari kelalaian internal pihak travel. Seharusnya, pembayaran dilakukan secara langsung ke pihak hotel tanpa melalui perantara. Namun karena hubungan kerja sama yang telah terjalin selama kurang lebih dua tahun, pihaknya menaruh kepercayaan penuh dan mentransfer dana ke rekening DV. Kepercayaan itulah yang akhirnya berujung pada kerugian besar.
Meski mengalami kerugian ratusan juta rupiah, Suherman menegaskan bahwa seluruh jemaah tetap mendapatkan pelayanan sesuai hak mereka. Pihak travel memastikan biaya hotel tetap dilunasi agar 300 jemaah tidak terdampak dan dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa terganggu masalah administratif.
Setelah menyadari tidak adanya itikad baik dari DV, pihak travel pun mengambil langkah tegas dengan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Suherman menjelaskan bahwa DV diketahui menetap di Madinah dan berasal dari Purwakarta. Setelah kejadian, pihaknya sempat mencoba menghubungi DV melalui aplikasi pesan singkat.
Dalam komunikasi tersebut, DV sempat menjanjikan akan menyelesaikan permasalahan dan menunjukkan itikad baik sekitar awal April. Namun hingga waktu yang dijanjikan berlalu, tidak ada kejelasan lanjutan. Pesan pesan yang dikirimkan pun tidak lagi mendapat balasan, sehingga menimbulkan kecurigaan kuat bahwa yang bersangkutan sengaja menghindar.
Karena tidak kunjung ada tanggung jawab, laporan resmi akhirnya dilayangkan ke Polres Bogor Kota. Kasus ini kini menjadi perhatian serius karena melibatkan dana besar dan menyangkut pelayanan ibadah ratusan jemaah. Pihak kepolisian pun diharapkan dapat segera mengungkap kasus ini dan menindak pihak yang bertanggung jawab.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi pelaku usaha travel umrah untuk lebih berhati hati dalam mengelola keuangan dan memilih mitra kerja. Transparansi, sistem pembayaran langsung, serta pengawasan ketat dinilai menjadi langkah krusial agar kasus serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.






Ulasan
Belum ada ulasan.